Caption Tentang Kehidupan Islami
Caption Panjang Islami
Hidup ini keras, penuh cobaan dan rintangan yang tiada
henti. Adanya semua itu untuk menguji hati dan iman manusia
di dalam hidupnya. Namun, ada yang mengeluh dan ada juga
yang tetap sabar dan tabah dalam menjalani cobaaan yang datang
pada dirinya. Dan disitulah kamu menjadi salah satu hamba Allah
yang kuat, dan disitu jugalah kamu mendapatkan kasih sayang Allah.
Dilingkungan keluarga ada masalah, dilingkungan sekolah bersama
teman ada masalah. Pasti seseorang pernah mempunyai banyak masalah
yang dihadapinya. Kau tak perlu berpikir pendek, kau tak perlu menganggap
dirimu rendah dan memang pantas untuk mendapatkan masalah. Justru
kau orang yang beruntung, Allah memberimu banyak masalah dan
cobaaan karena Allah tau kau mampu menghadapi urusan dunia.
Itulah yang harus kau jalani dalam hidupmu. Tak selamanya hidupmu
mulus. Tetaplah menjadi sebaik-baiknya kamu, bukan seburuk mereka.
Ada yang mempunyai banyak masalah, tetapi lebih memilih banyak
tersenyum di depan orang-orang. Ada yang hidupnya bahagia tapi
selamanya tidak berpihak kepadanya. Hidup ini seperti roda berputar,
tak selamanya kau diatas dan tak selamanya kau dibawah. Kau harus
berusaha, dunia terlalu pahit jika ka diam saja. Berusahalah dengan
apa yang terjadi, Allah tidak suka dengan hamba-hamba-Nya yang
mengeluh. Usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Allah menguji kesabaranmu dengan memberi masalah kepadamu.
Allah menguji keimananmu dengan memberi ujian dan cobaan.
Bukan Allah benci kepadamu, tetapi Allah perlu bukti. Disaat
kau terpuruk karena masalah, apa yang akan kau lakukan.
Mengeluh? Sabar? Apakah kau berpaling kepada Allah atau kau
tetap pada jalan Allah. Jika kau tetap taat, disitulah terlihat kesetiaan
seorang hamba kepada Tuhannya.
Kenapa hidup ini keras? Iya, terkadang seseorang harus mendapatkan
atau mengalami kekerasan dulu baru bisa kembali kejalan Allah. Ini
bumi Allah, rumah kita milik Allah, harta kita milik Allah, dan semua
yang ada dibumi beserta isinya itu milik Allah. Tugas kita itu hanya
menjalanin perintah Allah. Tapi kita malah membantah segala
perintahnya:(. Kita terlalu mikir duniawi dibanding diakhirat.
Disaat kita sedih terkadang ada yang memilih menyendiri dan
mentangisi masalahnya. Ada yang memilih bercerita masalahnya
terhadap orang-orang sekitarnya. Dan ada juga yang memilih
berusaha terlihat baik-baik saja dan menangis dalam doa. Disaat
kau terpuruk bangkitlah karena Allah, dan ketika kau sudah bahagia
tunduklah dan kembali kepada Allah.
Tidak selamanya kamu menjelaskan tentang hidupmu di dunia.
Karena dunia ini kejam, dan mereka yang ada didunia ini tidak
membutuhkan orang yang lemah. Jika kau sedih tak perlu kau
diam dan mengeluh, kau harus bangkit dan lawan semuanya.
Buatlah semuanya tampak baik-baik saja.
Di bumi ini banyak manusia yang sesukanya berbuat dosa tanpa
memikirkan bagaimana balasannya ini. Kita ini percaya akan
adanya mati namun kita tidak takut mati. Bahkan kita melakukan
hal-hal yang buruk di dunia tapi tidak memikirkan bagaimana
di akhirat nanti. Melakukan dosa berarti tidak takut mati. Ingat
yang jauh itu waktu dan yang dekat itu mati.
Jangan pernah berpikir bahwa kiamat masih lama, Jangan
pernah berpikir bahwa usiamu masih panjang dan lama,
sehingga kau menunda-nunda sholatmu. Bahkan kau berkata,
"yauda besok aku tobatlah". Besok? Kalau kau matinya sekarang
gimana? Kalau Allah sudah berkehendak, kita sebagai manusia bisa apa:)
Hanya orang-orang yang sudah meninggal lah yang tau gimana
siksa alam kubur. Hanya orang-orang yang sudah meninggal lah
yang tau bagaimana kehidupan di akhirat. Bahkan mereka minta
kepada Allah ke dunia sebentar saja untuk menjalanin perintah Allah.
Dan kita yang masih hidup didunia, yang masih diberi kehidupan
dan umur yang panjang kita malah meninggalkan shalat. Seakan-
akan kita tidak takut kehidupan setelah di dunia.
Penulis
Marisaputri
https://surgakusistermarisa.blogspot.com/
Hidup ini keras, penuh cobaan dan rintangan yang tiada
henti. Adanya semua itu untuk menguji hati dan iman manusia
di dalam hidupnya. Namun, ada yang mengeluh dan ada juga
yang tetap sabar dan tabah dalam menjalani cobaaan yang datang
pada dirinya. Dan disitulah kamu menjadi salah satu hamba Allah
yang kuat, dan disitu jugalah kamu mendapatkan kasih sayang Allah.
Dilingkungan keluarga ada masalah, dilingkungan sekolah bersama
teman ada masalah. Pasti seseorang pernah mempunyai banyak masalah
yang dihadapinya. Kau tak perlu berpikir pendek, kau tak perlu menganggap
dirimu rendah dan memang pantas untuk mendapatkan masalah. Justru
kau orang yang beruntung, Allah memberimu banyak masalah dan
cobaaan karena Allah tau kau mampu menghadapi urusan dunia.
Itulah yang harus kau jalani dalam hidupmu. Tak selamanya hidupmu
mulus. Tetaplah menjadi sebaik-baiknya kamu, bukan seburuk mereka.
Ada yang mempunyai banyak masalah, tetapi lebih memilih banyak
tersenyum di depan orang-orang. Ada yang hidupnya bahagia tapi
selamanya tidak berpihak kepadanya. Hidup ini seperti roda berputar,
tak selamanya kau diatas dan tak selamanya kau dibawah. Kau harus
berusaha, dunia terlalu pahit jika ka diam saja. Berusahalah dengan
apa yang terjadi, Allah tidak suka dengan hamba-hamba-Nya yang
mengeluh. Usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Allah menguji kesabaranmu dengan memberi masalah kepadamu.
Allah menguji keimananmu dengan memberi ujian dan cobaan.
Bukan Allah benci kepadamu, tetapi Allah perlu bukti. Disaat
kau terpuruk karena masalah, apa yang akan kau lakukan.
Mengeluh? Sabar? Apakah kau berpaling kepada Allah atau kau
tetap pada jalan Allah. Jika kau tetap taat, disitulah terlihat kesetiaan
seorang hamba kepada Tuhannya.
Kenapa hidup ini keras? Iya, terkadang seseorang harus mendapatkan
atau mengalami kekerasan dulu baru bisa kembali kejalan Allah. Ini
bumi Allah, rumah kita milik Allah, harta kita milik Allah, dan semua
yang ada dibumi beserta isinya itu milik Allah. Tugas kita itu hanya
menjalanin perintah Allah. Tapi kita malah membantah segala
perintahnya:(. Kita terlalu mikir duniawi dibanding diakhirat.
Disaat kita sedih terkadang ada yang memilih menyendiri dan
mentangisi masalahnya. Ada yang memilih bercerita masalahnya
terhadap orang-orang sekitarnya. Dan ada juga yang memilih
berusaha terlihat baik-baik saja dan menangis dalam doa. Disaat
kau terpuruk bangkitlah karena Allah, dan ketika kau sudah bahagia
tunduklah dan kembali kepada Allah.
Tidak selamanya kamu menjelaskan tentang hidupmu di dunia.
Karena dunia ini kejam, dan mereka yang ada didunia ini tidak
membutuhkan orang yang lemah. Jika kau sedih tak perlu kau
diam dan mengeluh, kau harus bangkit dan lawan semuanya.
Buatlah semuanya tampak baik-baik saja.
Di bumi ini banyak manusia yang sesukanya berbuat dosa tanpa
memikirkan bagaimana balasannya ini. Kita ini percaya akan
adanya mati namun kita tidak takut mati. Bahkan kita melakukan
hal-hal yang buruk di dunia tapi tidak memikirkan bagaimana
di akhirat nanti. Melakukan dosa berarti tidak takut mati. Ingat
yang jauh itu waktu dan yang dekat itu mati.
Jangan pernah berpikir bahwa kiamat masih lama, Jangan
pernah berpikir bahwa usiamu masih panjang dan lama,
sehingga kau menunda-nunda sholatmu. Bahkan kau berkata,
"yauda besok aku tobatlah". Besok? Kalau kau matinya sekarang
gimana? Kalau Allah sudah berkehendak, kita sebagai manusia bisa apa:)
Hanya orang-orang yang sudah meninggal lah yang tau gimana
siksa alam kubur. Hanya orang-orang yang sudah meninggal lah
yang tau bagaimana kehidupan di akhirat. Bahkan mereka minta
kepada Allah ke dunia sebentar saja untuk menjalanin perintah Allah.
Dan kita yang masih hidup didunia, yang masih diberi kehidupan
dan umur yang panjang kita malah meninggalkan shalat. Seakan-
akan kita tidak takut kehidupan setelah di dunia.
Penulis
Marisaputri
https://surgakusistermarisa.blogspot.com/
Komentar
Posting Komentar